<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158</id><updated>2011-12-14T19:11:38.272-08:00</updated><title type='text'>Creativity Matters</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-116106997837207631</id><published>2006-10-16T23:50:00.000-07:00</published><updated>2006-10-17T00:26:23.270-07:00</updated><title type='text'>Penerima Telepon Kantor Akuntan Publik Andiek Sumaryono dan Rekan Mengecewakan!</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya bermaksud untuk membuat janji dengan salah seorang profesional di kantor &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Akuntan Publik Andiek Sumaryono dan Rekan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; dengan maksud untuk meminta bantuan mereka melakukan audit keuangan perusahaan saya, pada hari senin tanggal 16 Oktober 2006 saya menelepon kantor mereka yang kemudian diangkat oleh seorang wanita, dia menanyakan keperluan saya, dan saya bilang kalau saya mau buat janji dengan akuntan publik yang ada di kantor tersebut, saya mau membicarakan tentang kebutuhan audit perusahaan, kemudian dia bilang, oh, pak Sumaryono-nya sedang tidak ada di tempat pak, mungkin bisa telepon lagi nanti, hmm... saya bilang, begini saja mba' mohon saya dibuatkan janji untuk bertemu beliau pada hari rabu tanggal  18 Oktober 2006 jam 11 siang, bisa? tanya saya, baik pak, akan saya konfirmasikan dengan beliau, ada yang lainnya? dia bilang, cukup begitu saja dulu, saya bilang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;end of conversation&lt;/span&gt;..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya, pada hari selasa tanggal 17 Oktober 2006 jam 13.45 WIB saya telepon lagi ke mereka untuk melakukan konfirmasi ulang, tuuutt..tuuutt.. halo? telepon diangkat, ya? dia bilang, Saya Ridwan Abadi, ini kantor akuntan publik Andiek Sumaryono dan Rekan? tanya saya, saya mau konfirmasi saja untuk pertemuan hari Rabu nanti jam 11 siang, hening... maaf? anda siapa? mau bertemu dengan siapa ya? tanya dia, saya bilang, oh, saya sudah buat janji dengan salah seorang akuntan publik di tempat anda kemarin. Saya ibu wulan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tidak ada catatan apa apa tuh di meja saya, dia bilang... &lt;/span&gt;OMG, dalam hati saya, memangnya seperti apa sih jenis komunikasi yang terjalin di kantor mereka sampai satu sama lain tidak mengetahui perkembangan kantor mereka... sabar.. sabar.. lagi puasa nih, pikir saya... lebih baik saya coba rubah jenis pertanyaannya, mungkin yang tadi agak sulit dimengerti... hening di seberang... gilaaa, mendingan gw cari akuntan publik lain aja deh, awalnya aja udah kaya gini... makasih atas waktunya bu wulan, selamat siang... *klik* &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;the firm has just lost a deal that worth 50 Million Rupiah just because one of the employee doesn't have the proper respect for the prospect client, what a waste...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu diingat bagi para akuntan publik yang ada di luar sana, mohon perhatikan baik baik para pegawai anda yang bertugas untuk menerima telepon dari klien, jangan sampai anda menjadi bangkrut gara-gara pegawai anda tidak tahu cara memperlakukan tamu dengan benar, petik pelajaran anda dari kasus di atas, sori nich, frankly speaking...&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-116106997837207631?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/116106997837207631/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=116106997837207631' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/116106997837207631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/116106997837207631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/10/penerima-telepon-kantor-akuntan-publik.html' title='Penerima Telepon Kantor Akuntan Publik Andiek Sumaryono dan Rekan Mengecewakan!'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-116062930794928421</id><published>2006-10-11T21:48:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T03:24:10.906-07:00</updated><title type='text'>Original Burger Dari German</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/burgerdlm.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/320/burgerdlm.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WoW... it's damn big, and it's sure looks yummy... &lt;blockquote style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Adonan dagingnya tebal, tanpa lumeran lemak, di-&lt;i&gt;grilled&lt;/i&gt; hingga kering dengan aroma bakar yang wangi. Belum lagi saus kejunya yang lumer, gurih mengelus lidah! Burger dari Filipina ini memang memberi pengalaman menyantap 'burger yang sebenar-benarnya'. Kamipun jadi ingin menggigit lagi dan lagi!&lt;span style="font-size:100%;"&gt; - Sumber detik.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;Tertarik, silahkan pergi ke Pondok Indah Mall 2 dan cari tempat yang bernama HotShots Flame Grilled Burger Resto yang merupakan &lt;i&gt;franchise&lt;/i&gt; dari Philipina berkapasitas 70 tempat duduk ini juga membuka cabang di La Piazza Kelapa Gading dan Senayan City. Bagi Anda yang membutuhkan &lt;i&gt;privacy&lt;/i&gt; bisa memilih duduk di bagian yang dilengkapi ipod sambil menikmati burger yang sesuai selera Anda. Putra-putri Andapun bisa makan burger sambil main Playstation. Untuk harga, jangan khawatir! Anda tidak harus merogoh kocek terlalu dalam. Untuk aneka jenis burger dan salad hanya berkisar antara Rp. 15.000,00 - Rp. 42.000,00. Sedangkan untuk Beverage &amp;amp; Smoothies hanya berkisar antara Rp. 7.000,00 - Rp. 23.000,00. Pesan khusus buat penggemar burger 'You ain`t eat burger yet until you eat Hotshots burger!'&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-116062930794928421?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/116062930794928421/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=116062930794928421' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/116062930794928421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/116062930794928421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/10/original-burger-dari-german.html' title='Original Burger Dari German'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115937050117608207</id><published>2006-09-27T08:21:00.000-07:00</published><updated>2006-09-27T08:21:42.396-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Cara Memanfaatkan Friendster Untuk Bisnis Anda?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pernah mengalami kesulitan untuk mencari orang dalam di suatu perusahaan dengan harapan untuk mencari informasi tambahan ataupun memperlancar bisnis anda namun sepertinya susaah sekali untuk melakukan 'penetrasi' ke dalam perusahaan tersebut karena anda tidak mempunyai contact person orang dalam tersebut, nah, mungkin ilmu ini dapat anda terapkan untuk mencari orang tersebut, caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan friendster atau situs situs hubungan sosial lainnya seperti myspace untuk mencari 'orang dalam' perusahaan yang anda tuju, contohnya, saya coba mengetikan kata-kata PT Medco dalam kategori search companies di situs friendster, hasilnya? ada kurang lebih 1000 orang yang terafilliasi sebagai orang dalam PT Medco dalam situs friendster, nah, kenapa tidak coba hubungi mereka dulu sebagai 'teman' kemudian baru katakan tujuan anda, siapa tahu mereka bisa membantu anda dalam mencapai tujuan anda, semoga berhasil!&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115937050117608207?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115937050117608207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115937050117608207' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115937050117608207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115937050117608207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/09/bagaimana-cara-memanfaatkan-friendster.html' title='Bagaimana Cara Memanfaatkan Friendster Untuk Bisnis Anda?'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115858416411901208</id><published>2006-09-18T05:47:00.000-07:00</published><updated>2006-09-18T06:00:56.873-07:00</updated><title type='text'>Xbox 360 Laptop</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/jones_right.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/320/jones_right.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salah satu orang paling kreatif yang saya tahu, benheck.com telah berhasil membuat laptop dari Xbox 360 lengkap dengan USB port, keyboard, layar 17 inch HDTV, DVD Rom dan segalanya tentang Laptop, total biaya pembuatannya mencapai kurang lebih $1,200.00, dia juga berhasil membuat atari 800 menjadi Laptop, berminat? coba hubungi dia langsung, siapa tahu anda diberikan gratis salah satu unit yang menawan ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115858416411901208?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115858416411901208/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115858416411901208' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115858416411901208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115858416411901208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/09/xbox-360-laptop.html' title='Xbox 360 Laptop'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115832310655562655</id><published>2006-09-15T04:57:00.000-07:00</published><updated>2006-09-15T05:25:15.796-07:00</updated><title type='text'>The Company's Next Project</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;asacreative sedang mengembangkan website untuk proyek terbarunya di dunia investasi, diharapkan setelah proyek tersebut selesai akan memberikan kontribusi bagi dunia investasi untuk para investor dan perusahaan yang mencari dana untuk mengembangkan perusahaannya, adapun proyek tersebut diberi code "NGI - Project" (Next Generation Investment - Project), berikut adalah informasi sementara dari team asacreative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;Saya:&lt;br /&gt;Sebenarnya apa NGI project ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asacreative:&lt;br /&gt;NGI project ini adalah suatu proyek  pembuatan website yang berfungsi sebagai mediator bagi para investor dan perusahaan, secara umum bisa dikatakan bahwa website ini nantinya akan menyalurkan investasi yang diterima dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;public society&lt;/span&gt; di seluruh dunia kepada perusahaan-perusahaan yang terlisting di dalam database kami. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya:&lt;br /&gt;Bisa anda berikan contohnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asacreative:&lt;br /&gt;Misal ada suatu perusahaan yang hendak meminjam dana untuk mendanai suatu proyek dalam waktu dekat, perusahaan tersebut sudah mencari dana dari Bank-bank dan/atau lembaga-lembaga pembiayaan namun tidak ada satupun yang mau meminjamkan dana kepada mereka karena terlalu beresiko, seperti yang anda ketahui, untuk meminjam dana dari bank, lembaga ataupun melakukan IPO (initial public offering) membutuhkan waktu dan prosedur yang cukup rumit, nah NGI - Project ini akan memberikan terobosan baru dalam hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya:&lt;br /&gt;Cara apa yang akan digunakan para calon investor tersebut untuk berinvestasi dalam perusahaan-perusahaan itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asacreative:&lt;br /&gt;saat ini kami masih dalam tahap pengembangan untuk hal tersebut, namun satu hal yang pasti, para calon investor itu bisa berinvestasi dalam jumlah yang sangat minim, misal $10, memang NGI ini khusus ditujukan kepada orang-orang yang mempunyai dana yang tidak terlalu banyak namun ingin berinvestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya:&lt;br /&gt;apa yang anda maksud dengan terobosan baru dibidang investasi tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;asacreative:&lt;br /&gt;di lihat dari sisi perusahaan, mereka akan mendapatkan dana dengan cepat namun tidak berbelit-belit seperti bila melakukan IPO ataupun meminjam dana dari Bank, sedangkan dari sisi investor, mereka akan mendapatkan pemasukan yang sangat bagus dengan cara yang tidak rumit, prosesnya akan seperti membeli barang melalui internet saja, apalagi jika mereka pandai memilih dalam berinvestasi, siapa tahu perusahaan tempat mereka berinvestasi bisa menjadi perusahaan multinasional suatu hari nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115832310655562655?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115832310655562655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115832310655562655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115832310655562655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115832310655562655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/09/companys-next-project.html' title='The Company&apos;s Next Project'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115831488081503562</id><published>2006-09-15T02:58:00.000-07:00</published><updated>2006-09-15T03:08:01.180-07:00</updated><title type='text'>$$ / Artikel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;payperpost.com  melakukan program advertising yang melibatkan para blogger untuk menulis sesuatu yang mereka inginkan dalam situs para blogger, yang tentu saja dengan imbalan berupa $$, hal ini menyebabkan pro dan kontra dikalangan para blogger disebabkan tulisan yang diminta  oleh payperpost.com berupa ulasan mengenai hal-hal yang bagus mengenai suatu perusahaan tertentu yang terafiliasi dengan mereka, sayangnya, mereka hanya membayar orang yang telah mempunyai rekening di Paypal, dan hal ini tidak mungkin dilaksanakan oleh kebanyakan blogger dari Indonesia karena Paypal telah mem-black listed Indonesia, namun bila anda tertarik, ada beberapa orang yang menawarkan jasa untuk membuka rekening Paypal diluar sana dengan harga yang cukup menarik, mau mencoba?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115831488081503562?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115831488081503562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115831488081503562' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115831488081503562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115831488081503562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/09/artikel.html' title='$$ / Artikel'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115764010395336011</id><published>2006-09-07T07:41:00.000-07:00</published><updated>2006-09-11T22:33:31.623-07:00</updated><title type='text'>RT/RW Net - Harga Sewa Tiang PLN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah berhasil membangun infrastruktur RT/RW Net saya yang pertama, ada beberapa hal yang mungkin menarik untuk di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;share&lt;/span&gt; bersama teman-teman, karena saya memakai kabel STP untuk meng-cover seluruh komplek, maka saya mencari informasi untuk menyewa tiang PLN di komplek tersebut (tidak memungkinkan untuk menyewa tiang TELKOM, karena mereka juga merupakan penyedia jasa internet), setelah mendapatkan harga resmi sekitar Rp. 6.500,- / Tiang / Tahun dari seorang teman, maka saya berangkat ke PLN dengan keyakinan bahwa sekalipun mereka '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;nembak&lt;/span&gt;' harga, maka tidak akan jauh-jauh dari harga resminya... &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kembali dari PLN, saya mendapatkan fakta yang mengejutkan... ternyata ada peraturan baru mengenai tata cara untuk menyewa tiang PLN, dulu memang bisa langsung minta ke distrik yang membawahi target lokasi untuk menyewa tiang PLN, namun sekarang diharuskan untuk membuat Proposal yang ditujukan kepada Direktur PLN untuk diperiksa dan kemudian disetujui (jika relevan) kebetulan pada saat itu berbarengan dengan saya ada anak Binus yang hendak mengajukan hal yang sama dengan saya, jadi begitu sekarang prosedurnya, hmm... pikir pikir pikir... mungkin ada '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;backdoor&lt;/span&gt;'-nya nih pikir saya, setelah cari-cari informasi beberapa hari, saya dapat, seorang pimpinan lapangan untuk distrik daerah yang hendak saya bangun infrastrukturnya meminta Rp. 45.000,- / Tiang (sekali bayar) hingga kini saya masih mempunyai bukti kwitansi uang yang dia terima dari saya, karena saya menggunakan 63 tiang PLN untuk membentang kabel STP tersebut, maka saya membayar Rp. 2.835.000,- untuk orang PLN tersebut... tidak cukup hingga disitu pimpinan-nya orang tersebut untuk distrik yang lebih luas lagi pun juga meminta dana sebesar Rp.1.500.000,-, alasannya dia adalah 'kan ada banyak orang disini pak'... ok, biar selesai saya turuti saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah teman-teman, pengalaman saya ketika mendirikan RT/RW Net dengan pilihan infrastruktur menggunakan kabel STP, semoga dapat membantu permasalahan yang mungkin anda hadapi dan meningkatkan wawasan anda sekalian...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115764010395336011?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115764010395336011/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115764010395336011' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115764010395336011'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115764010395336011'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/09/rtrw-net-harga-sewa-tiang-pln.html' title='RT/RW Net - Harga Sewa Tiang PLN'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115320026762256412</id><published>2006-07-17T22:01:00.000-07:00</published><updated>2006-07-17T22:25:30.163-07:00</updated><title type='text'>Bank Garansi Palsu Untuk Tender</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiga hari yang lalu ketika saya sedang meeting dengan salah satu perusahaan ekspor impor di jakarta saya mendengar suatu hal yang menarik... saat itu kita sedang membahas mengenai bagaimana mencari dana sebesar 500 juta sebagai jaminan Bank Garansi untuk mengikuti suatu tender yang besar di departemen-departemen, seperti yang kita ketahui, untuk mengunci dana sebesar itu dalam setifikat Bank Garansi selama proses tender berjalan sangatlah tidak menguntungkan karena perputaran cash flow perusahaan akan terganggu, namun rupanya partner kami yang bernama Mr. X (nama sebenarnya dirahasiakan) mempunyai trik yang bisa menekan biaya jaminan pembuatan Bank Garansi tersebut hingga ke titik 1% - 2% saja... &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. X mempunyai beberapa kolega yang bekerja di berbagai Bank di Indonesia untuk memuluskan transaksi tersebut, caranya begini, biasanya nilai suatu Bank Garansi ditentukan dari panitia tender, apakah itu sebesar 3% atau bisa sampai 5% dari nilai proyek,  nah bila proyek tersebut bernilai 10 M dan Bank Garansinya ditetapkan senilai 5% itu berarti kita harus menyetor ke Bank pembuat sebesar 500 juta, nah dengan bantuan Mr. X kita hanya perlu membayar 1% dari 500 juta tersebut, yaitu 5 juta rupiah!!! biarpun pihak panitia mengecek kebenaran 'isi' dari Bank Garansi tersebut, dana tersebut tetap akan ada dalam Bank Garansi kita, alias bukan Bank Garansi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bodong... &lt;/span&gt;meskipun palsu tapi asli dong,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;hal tersebut bisa terjadi karena Mr. X mengalokasikan sejumlah dana senilai 5% dari 10 M tersebut ke dalam Bank Garansi milik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergembiralah karena di Indonesia ini menganut sistem Negosiasi Terpimpin, jadi semua hal dapat dinegosiasikan asal kita tahu orang yang tepat untuk menjalankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pengalaman saya dapat membantu anda untuk memahami dan memberikan solusi atas permasalahan yang mungkin anda hadapi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115320026762256412?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115320026762256412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115320026762256412' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115320026762256412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115320026762256412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/07/bank-garansi-palsu-untuk-tender.html' title='Bank Garansi Palsu Untuk Tender'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115319618767719872</id><published>2006-07-17T20:30:00.000-07:00</published><updated>2006-07-17T21:34:46.663-07:00</updated><title type='text'>Prosedur Yang Benar Untuk Menjadi TKI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah seorang teman saya bernafsu untuk bekerja di Arab, alasannya adalah karena ayahnya telah terlebih dahulu bekerja di sana dan cukup sukses karenanya,  nah, kemudian dalam proses mencari cara untuk dipekerjakan di sana dia mendapat rekomendasi untuk menemui mantan 'sponsor' ayahnya, setelah bertemu dan mengutarakan maksudnya, sang 'sponsor' minta dibayar di muka sebesar 5 juta rupiah untuk penyalurannya ke Arab, selang 2 minggu kemudian ketika dia sedang bermimpi menjadi sukses disana, sang 'sponsor' datang dan minta tambahan dana sebesar 3 juta lagi, alasannya untuk pelicin katanya, karena teman saya sudah terlalu mempercayainya dana pun langsung digelontorkan... &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 bulan kemudian sang 'sponsor' berkunjung lagi, saat itu teman saya sudah bersiap-siap untuk menerima kabar dirinya akan segera diberangkatkan, dan memang betul sang 'sponsor' berkata bahwa dia akan segera diberangkatkan dalam bulan ini namun dia butuh tambahan dana sebesar 5 juta lagi untuk mengurus dokumen pendukung dan biaya imigrasi lainnya, karena sudah termakan kata-kata 'akan segera diberangkatkan' dana pun langsung cair lagi... sayangnya hingga saat ini boro-boro diberangkatkan, visa dan paspor saja tidak diberikannya, setelah mengecek kesana kemari mencari keberadaan sang 'sponsor' penipu tersebut ternyata orangnya sudah musnah bagai ditelan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena prihatin dengan keadaannya, saya tanyakan prosedur normal bila seseorang hendak bekerja menjadi TKI di arab kepada seorang teman yang kebetulan bergerak di bidang perdagangan 'orang' alias PJ-TKI. teman saya memberikan informasi yang menarik, dia bilang bahwa dia tidak pernah dan tidak akan mau menarik uang seseorang pada saat pertama kali orang tersebut menyatakan mau bekerja di Arab, dia hanya akan meminta orang tersebut menunggu hingga lowongan pekerjaan yang diinginkan oleh orang tersebut telah tersedia, nah setelah lowongan tersebut tersedia baru dia akan meminta uang sebesar 500 - 1 juta rupiah untuk pengurusan paspor dan visa, bila orang yang mau dikirim sudah mempunyai paspor maka dia hanya akan meminta biaya untuk pembuatan visa saja yang besarannya dapat langsung dicek ke kedutaan Saudi Arabia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pembuatan paspor dan visa selesai, orang tersebut akan ditempatkan ke penampungan TKI miliknya dan diberikan pelatihan sesuai dengan job des-nya orang tersebut, baru 2 - 3 hari sebelum hari H orang tersebut diberangkatkan dia akan meminta biaya jasa atas penyalurannya, yang biayanya tidak sampai 3 juta'an totalnya, itulah cara normal yang biasa diterapkan di perusahaan PJ-TKI miliknya, mendengar kabar tersebut, teman saya baru sadar bahwa seharusnya dia melakukan penelitian yang lebih mendalam sebelum melakukan kesalahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pengalaman saya dapat membantu anda untuk memahami dan memberikan solusi atas permasalahan yang mungkin anda hadapi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115319618767719872?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115319618767719872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115319618767719872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115319618767719872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115319618767719872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/07/prosedur-yang-benar-untuk-menjadi-tki.html' title='Prosedur Yang Benar Untuk Menjadi TKI'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115314340243577089</id><published>2006-07-17T06:18:00.000-07:00</published><updated>2006-07-17T21:17:05.390-07:00</updated><title type='text'>Add On - Pengalaman Mendirikan Perusahaan Outsourcing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bad News...&lt;br /&gt;Seharusnya saya bersama mereka breifing terakhir hari ini untuk membuat dan mendiskusikan draft anggaran dasar sebelum perusahaan kami di notariatkan besok, namun apa lacur... mereka bukan hanya datang pada sore hari, melainkan hanya datang untuk menyampaikan kabar yang membuat saya sangat kecewa... sayangnya, mungkin karena merasa malu menjadi orang yang tidak konsisten, hanya teman saya yang diutus untuk bertemu, dia mengatakan bahwa pak kumis telah menerima tawaran sebagai cabang dari suatu perusahaan outsourcing security yang telah cukup mapan, rupanya menjadi cabang perusahaan lebih baik dibandingkan membangun suatu perusahaan baru bagi mereka, teman saya hanya dapat meminta maaf karena telah merekomendasikan orang-orang yang mengecewakan saya, dia sendiri tidak dapat berbuat banyak karena "motor" dari semuanya adalah pak kumis tersebut. setelah meriset, membuat sistem dan membantu untuk mengerti bagaimana cara menjalankan suatu perusahaan, mereka berpaling dari saya, saya merasa sangat sia-sia setelah menyampaikan dan meriset begitu banyak informasi mengenai bisnis ini. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pengalaman lagi bagi saya untuk kemudian bersikap lebih hati-hati dalam memberikan informasi, dan pelajaran bagi saya untuk memberikan MoU (memorandum of understanding) ketika saya siap untuk bekerjasama dan memberikan informasi kepada siapapun...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dunia ini penuh dengan orang-orang yang tidak konsisten dan mungkin bersedia melakukan apa saja untuk mencapai maksudnya dan oleh karenanya kita harus pandai dalam melihat dan menganalisa sifat orang bila kita bermaksud untuk mencapai sukses di kemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untunglah saya belum sempat untuk mengeluarkan dana dalam bentuk apapun, selain itu dilihat dari kasus tersebut diatas, ada kemungkinan mereka akan menelantarkan perusahaan di tengah jalan bila saya jadi bekerjasama dengan mereka, saya sebelumnya juga telah menjabarkan bahwa resiko terbesar yang dihadapi dalam calon kerjasama ini adalah sumber daya manusianya, selalu ada hikmah yang dapat kita petik dari sebuah pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pengalaman saya dapat membantu anda untuk memahami dan memberikan solusi atas permasalahan yang mungkin anda hadapi, bila anda belum membaca analisa dan prediksi saya mengenai kerjasama ini, silahkan review artikel saya yang berjudul &lt;a href="2006/07/pengalaman-mendirikan-perusahaan.html"&gt;Pengalaman Mendirikan Perusahaan Outsourcing - Tamat&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115314340243577089?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115314340243577089/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115314340243577089' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115314340243577089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115314340243577089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/07/add-on-pengalaman-mendirikan.html' title='Add On - Pengalaman Mendirikan Perusahaan Outsourcing'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115311045279806037</id><published>2006-07-16T21:14:00.001-07:00</published><updated>2006-07-17T01:29:48.180-07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Ekspor Dolomite (Kapur) ke UAE</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pertama kali saya mengetahui internet dapat digunakan untuk berdagang, saya langsung tertarik, saat itu saya diberitahu oleh seorang teman untuk coba memasarkan salah satu produk perusahaan melalui internet, namun dia tidak memberitahu secara spesifik bagaimana cara memasarkan dan menjual-nya, dia adalah salah satu pengusaha textil dan hiburan yang sukses berasal dari Indonesia keturunan India, jika anda pernah mengunjungi tempat hang out resto dan billiard di bilangan kelapa gading bernama “eleven hour” kemungkinan anda pernah melihatnya, karena dia memiliki tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang dia sampaikan, saya kemudian melakukan riset di internet dan menemukan bahwa ada dua cara untuk berdagang lewat internet, yang pertama adalah cara B2C (business to costumer), yaitu membuat website, merancang database produk, mencari merchant account dan langsung menjual produk kita ke costumer, sedangkan yang kedua adalah cara B2B (business to business), yaitu mendaftarkan perusahaan kita pada situs-situs B2B. Dibandingkan dengan cara B2C, saya lebih tertarik kepada cara B2B, pertama saya tidak perlu membuat website lagi, kedua kebanyakan dari mereka gratis, ketiga, memang produk saya tidak dapat dijual secara retail, maka cara ini yang paling tepat. Bila anda memiliki produk yang fast moving seperti consumer goods, rokok, atau air, mungkin lebih tepat bila anda memilih cara B2C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pilihan jatuh kepada cara B2B, saya harus mencari dan memperbandingkan situs B2B mana yang paling efektif untuk menjual produk saya, saat-nya riset lagi! Dibawah ini adalah beberapa situs B2B yang pernah saya coba, antara lain:&lt;br /&gt;1. &lt;a href="http://www.indonetwork.co.id/"&gt;http://www.indonetwork.co.id/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;a href="http://www.alibaba.com/"&gt;http://www.alibaba.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;a href="http://www.commerce.com.tw/"&gt;http://www.commerce.com.tw/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;a href="http://www.sulekhabb2b.com/"&gt;http://www.sulekhabb2b.com/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara daftar tersebut, pilihan saya jatuh pada alibaba.com, kenapa menurut saya mereka yang terbaik? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. banyak fasilitas yang bisa digunakan meskipun hanya mendaftar sebagi free member.&lt;br /&gt;2. dapat langsung menghubungi perusahaan yang dituju (jika perusahaan itu mengizinkan), beberapa situs B2B mengharuskan kita meng-upgrade keanggotaan untuk bisa melihat informasi perusahaan target, tidak heran mereka kurang populer.&lt;br /&gt;3. Mudah sekali untuk mengelola database produk kita.&lt;br /&gt;4. Tidak ada limit untuk mem-post produk kita, sebagian B2B lain mempunyai limit untuk database produk.&lt;br /&gt;5. Alasan Ini yang memutuskan saya memilih mereka, saya sempat membaca artikel yang mengatakan bahwa alibaba.com dibeli oleh yahoo seharga 1 miliar dollar! Saya pikir bila perusahaan raksasa seperti yahoo memutuskan untuk membeli suatu situs, pasti ada sesuatu yang bagus dengan situs itu.&lt;br /&gt;Sebelum dibeli oleh yahoo, alibaba.com adalah perusahaan yang berasal dari cina, sekarang setelah di akuisisi saya tidak tahu apakah perusahaan cina tersebut masih memiliki saham di alibaba.com atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mempersiapkan sales letter dan foto produk, saya kemudian mencoba menawarkannya kepada perusahaan-perusahaan yang sedang mencari dolomite di alibaba, hasilnya? Nil... mungkin karena produk tersebut kurang populer, setelah mencoba cara tersebut selama kurang lebih 3 bulan, belum ada satupun deal yang closing, menyedihkan... saya mulai menggerutu dan berpikir apakah teman saya berbohong. Merasa agak lelah, saya merubah cara pemasaran dari agresif menjadi pasif, diam menunggu email dari orang-orang yang tertarik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selang 1 bulan kemudian, ada kiriman email dari perusahaan UAE (Uni Emirat Arab) bernama Smartech Petroleum Services yang mengatakan bahwa mereka tertarik pada produk saya, mereka kemudian meminta sample dan dokumen pendukung produk, melalui attachment saya kirim sertifikat oleh sucofindo tentang produk saya, sedangkan untuk pengiriman sampel barang, saya memakai fancy ekspress, jasa mereka sangat murah dibandingkan dengan tiki dan dhl, karena kebetulan direktur utamanya adalah teman, selain itu mereka juga memang meng-khususkan jasa mereka pada daerah middle east dan karenanya mempunyai kantor cabang yang cukup banyak disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampel terkirim dengan suskses, saya email dan confirm ke smartech bahwa barang sudah terkirim dan tidak lupa mencantumkan kata-kata “really looking forward to do business with you soonest”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara menunggu jawaban dari mereka, saya mencari tahu mengenai bagaimana suatu ekspor sebenarnya bekerja, hal tersebut tidak terlalu sulit karena saya mempunyai saudara perempuan yang bekerja pada suatu perusahaan jepang yang bergerak di bidang forwarding. Ternyata ada beberapa tahapan untuk melakukan transaksi ekspor, beberapa yang saya tulis dibawah ini adalah yang paling saya anggap crucial, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan atau menawarkan metode pembayaran yang mereka terima , antara lain:&lt;br /&gt;1. FOB (Freight on Board) – pembayaran dilakukan setelah barang ada di atas truk, kadang orang menggunakan kata “franco jakarta”, artinya barang dibayar setelah barang sampai di gudang-nya costumer yang berada di jakarta, bila barang dieskpor dari cina, berarti pihak perusahaan cina yang membayar biaya angkutan kapalnya.&lt;br /&gt;2. CIF (Cost, Insurance and Freight) – pembayaran dilakukan pada saat barang berada diatas kapal untuk diangkut ke pelabuhan costumer dengan berikut ongkos tambahan untuk asuransi barang.&lt;br /&gt;3. CNF/CFR (Cost and Freight) – sama dengan CIF hanya tanpa asuransi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah! Setelah kita deal mengenai metode pembayaran, sekarang saatnya menanyakan atau menawarkan instrumen pembayaran, antara lain:&lt;br /&gt;1. L/C (letter of credit) – merupakan cara yang paling banyak digunakan&lt;br /&gt;2. T/T (telegraphich transfer) – pembayaran dilakukan melalui metode transfer, bisa antar bank, atau melalui western union maupun money gram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir 1,5 bulan berlalu sejak sampel dikirim...&lt;br /&gt;Sial! Belum ada balasan apapun dari smartech, padahal total email yang saya kirim sudah mencapai 5 kali, putus asa mulai membayangi... saya bahkan sempat mengirim e-mail yang disisipi bahasa-bahasa arab, tujuannya biar mereka merasa lebih nyaman berbisnis dengan saya, salah satu bahasa yang sering saya gunakan adalah “jazakallah khairan katsir”, hehee..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 minggu kemudian...&lt;br /&gt;Ketika saya sudah tidak memikirkan tentang Smartech lagi, tiba-tiba ada balasan dari mereka! Segera saya lihat isinya, daaaannn! Viola! Mereka siap untuk trial order sebanyak 40 Metrik Ton dolomite dan mereka bahkan memakai kata pembuka “dear brother” (apa karena bahasa arab yang saya gunakan ya?), saya girang sekali, sampai lompat-lompat saya di dalam ruangan, ehm... ada anak buah memperhatikan... ja’im mode on lagi! Dalam email yang mereka kirimkan juga ada attachment bernama “proforma invoice”, hmm... saya belum mengerti apa artinya dan untuk apa dokumen itu? Saya tanyakan kepada saudara saya dan dia bilang dokumen itu dibutuhkan untuk membuat “sales contract”, ok, saya serahkan kepada saudara saya untuk pembuatan dokumen yang diperlukan karena dia memang expert di bidang eksport, sebagai tambahan, mereka juga minta agar brand yang tertera di karung adalah brand mereka, ok, ngga masalah, yang penting terjual, hehee...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikutnya saya mengadakan meeting untuk koordinasi ekspor perdana saya, pertama, saya review lagi harga yang saya tawarkan kepada mereka yaitu $160/MT, saya harus kalkulasikan harga penjualan dengan biaya-biaya untuk mengirim barang tersebut, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Modal:&lt;br /&gt;Beli Dolomite (40 ton) : $720 + angkutan&lt;br /&gt;Karung : $280&lt;br /&gt;Container 20” (2 buah) : $2860&lt;br /&gt;Sewa Forklift : $45&lt;br /&gt;Trucking : $300&lt;br /&gt;Operasional : $448&lt;br /&gt;Total Biaya : $4373&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sales:&lt;br /&gt;Dolomite (40 ton) : $6600&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laba/Rugi : $6600 - $4653 = $1947&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... Lumayan, sayangnya harga container tidak bisa ditekan lagi, sebab untuk negara tujuan UAE memang agak mahal. Untuk ukuran karung mereka minta ukuran 500 Kg sebanyak 40 buah dan 50 Kg sebanyak 400 buah, ya udah, saya turutin, costumer adalah raja, betul ngga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Hari Kemudian...&lt;br /&gt;Setelah saya ok-kan email terakhir mereka, ada email lagi dari mereka hari ini yang mengatakan bahwa mereka siap untuk menggunakan T/T kapan saja saya minta, gilaaaa! Costumer yang begini ini jarang-jarang dapatnya, saya bilang besok saja ditransfernya ke rekening Bank perusahaan, saat itu saya membuka rekening di HSBC karena mereka Bank tipe International jadi mempunyai cabang dimana-mana, mudah-mudahan mereka juga punya rekening di HSBC jadi hanya tinggal “pindah kamar” saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehari Kemudian...&lt;br /&gt;Email mereka datang lagi, mereka bilang sudah transfer ke rekening Bank saya melalui Western Union, damn... bakal lama sampai ke sini nih, pikir saya, tapi okelah saya tunggu saja, saya ok-kan lagi email mereka, pada saat ini semua anak buah saya mulai sibuk, ada yang saya kirim ke madura untuk membeli barang-nya, ada yang ke surabaya untuk deal dengan perusahaan forwarding, saya sendiri sibuk mempersiapkan karung berukuran 500 Kg dan 50 Kg untuk di sablon brand mereka, untung saja mereka tidak tahu kalau kerja kita disini masih sangat manual, yaah, hikmah dari pengalaman saya ini anda sekalian sebaiknya berhati-hati bila menilai suatu perusahaan dari internet, karena kenyataannya bisa ada perbedaan yang cukup signifikan lho J.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tranfer’an datang setelah 6 hari!!! Total $6600, bagus! Ini baru namanya bisnis tanpa modal, karena uang datang duluan saya bisa alokasikan untuk semua hal yang berkaitan dengan perhitungan diatas, saya senang sekali karena bisa gajian duluan, hehee...!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Persiapan selesai saya langsung meluncur ke Surabaya dan Madura untuk menyelesaikan urusan pembelian dan trucking, karena ada masalah baru, barang saya dikategorikan sebagai “DG” atau dangerous goods oleh perusahaan forwarding, ini bahaya, kenapa? karena ada perbedaan harga yang tinggi antara barang kategori biasa dan DG, perusahaan forwarding itu pun minta MSDS (material sheet data safety) dan HS (Harmonic Syncronization) Code kepada saya, walah... saya baru dengar istilah MSDS dan HS Code itu, namanya juga ekspor perdana, ya maklum aja...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergi ke Surabaya memakan waktu 1,5 jam, setelah sampai sekitar jam 8 pagi, saya langsung menyelesaikan urusan MSDS dan HS Code tersebut di perusahaan forwarding itu, kategori barang saya bukan DG lagi sekarang, namun, masalah baru muncul lagi, hhhh... mereka tidak bisa memuat karung ukuran 50 Kg kedalam satu container full... ok, hitung, kalkulasi, gambar, masalah selesai! Karung-karung tersebut akan dibagi secara merata dalam dua container tersebut, artinya, karung 50 Kg dan 500 Kg akan dicampur per satu container.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah selesai? Tidak! Ketika hari H pengiriman tiba, saya telepon Mr. Abdul untuk konfirmasi terakhir, ternyata ketika saya sampaikan layout sablon di karung, mereka minta dirubah, “it could damage my business” katanya, hal itu terjadi karena saya juga mencantumkan HS Code-nya juga untuk disablon di karung, sedangkan mereka hanya mau Brand-nya saja yang disablon, aduh gusti... ganti karung, sablon ulang, kirim lagi, masalah selesai, layout di-acc, pengiriman lancar, semua beres... alhamdullilah... saya tinggal mengirim BL (Bill of Lading) untuk mereka, BL tersebut diperlukan untuk mengambil barang tersebut di pelabuhan mereka, lega rasanya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Bulan Kemudian...&lt;br /&gt;Saya terima email mereka lagi, mereka mengatakan barang sudah sampai, BL sudah diterima dan semua ok, hanya ada satu masalah, kenapa ngga pake “pallet” pak ridwan? Mereka jadi susah untuk mengeluarkan barang dari container, jarang ada tenaga manusia di pelabuhan arab, kebanyakan memakai forklift untuk mengangkatnya, dan karena saya tidak memakai “pallet”, maka forklift akan “ribet” mengangkut ke-440 karung itu, aduuuh... saya kirimkan permintaan maaf saya dan berharap hal tersebut tidak akan mengganggu kerjasama yang akan kita langsungkan dikemudian hari. Permintaan maaf diterima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Bulan kemudian...&lt;br /&gt;Akhirnya mereka tidak pernah repeat order lagi ke perusahaan saya, hhh... namun hingga sekarang saya tetap mengirim email paling tidak sebulan sekali untuk menjaga hubungan, ini pengalaman yang berharga, lain kali saya akan tidak lupa menggunakan pallet untuk setiap barang yang saya kirim nantinya, nilai keseluruhan ekspor perdana ini? Dari skala 1 sampai 10 saya berikan nilai 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Business History:&lt;br /&gt;Nama perusahaan : Smartech Petroleum Services&lt;br /&gt;Contact Person : Mr. Abdul Razzak Koudier&lt;br /&gt;Nama Brand : Celage&lt;br /&gt;Masa hingga Deal : 2 Bulan&lt;br /&gt;Terlisting di : Alibaba.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pengalaman saya dapat membantu anda untuk memahami dan memberikan solusi atas permasalahan yang mungkin anda hadapi. bila anda tertarik untuk melihat kelanjutan cerita dan pengalaman saya dalam menjalankan bisnis ekspor namun dalam pasaran lokal, silahkan lihat artikel “pengalaman Menjalankan Bisnis Supplier Ke PT Krakatau Steel”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115311045279806037?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115311045279806037/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115311045279806037' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115311045279806037'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115311045279806037'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/07/pengalaman-ekspor-dolomite-kapur-ke.html' title='Pengalaman Ekspor Dolomite (Kapur) ke UAE'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31060158.post-115277917915331434</id><published>2006-07-13T01:24:00.000-07:00</published><updated>2006-07-17T06:38:35.826-07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Mendirikan Perusahaan Outsourcing - Tamat</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Secara kebetulan, hari ini saya bertemu dengan seorang teman semasa kuliah dulu di mall kelapa gading, kami saling menanyakan kabar masing-masing dan dimana kami masing-masing bekerja sekarang, dia bilang lagi mengembangkan bisnis security (satpam) secara outsourcing, karena tertarik dengan bidang tersebut saya ajak dia untuk mengobrol lebih lama di kafe terdekat, setelah duduk, memesan minuman disertai penganan kecil untuk disantap saya lanjutkan pembicaraan tadi, dia berkata bahwa hingga saat ini sudah menyalurkan 20 orang untuk menjadi satpam, dia juga bilang bahwa dia dan teman-temannya sedang mencari investor untuk mendirikan perusahaan outsourcing, saya kemudian tanyakan outsourcing itu seperti apa sih? Karena sejujurnya biarpun saya sering mendengarnya saya tidak memahaminya, pemahaman saya mengenai outsourcing hanya sebatas menyalurkan pekerjaan kepada orang lain saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang berhati-hati saya tanya lagi bahwa jika dia sudah mensuplai 20 orang kenapa cari investor lagi untuk mendirikan perusahaan, modal bukannya sudah cukup? Kemudian dia menjelaskan bahwa dari setiap orang mereka mengambil potongan sebesar Rp. 500.000,-, hmm… itu tidak menjawab pertanyaan saya tapi biarlah,  logika saya bekerja, itu kan berarti 500 ribu dikali 20 orang sama dengan 10 juta… seharusnya sudah cukup untuk membuat perusahaan, karena hanya dibutuhkan 7,5 juta untuk membuatnya, hmm… curiga mode on! Something’s fishy here, tapi saya tertarik untuk menggali lebih jauh, saya bilang ke dia it looks interesting, gimana kalo kita bicara lebih lanjut besok dikantor saya, sekalian bawa teman-teman biar kita ngobrolnya lebih enak, it’s a deal, besok jam 11 pagi ketemuan, ngga sabar saya mau tahu seberapa jauh permainan ini bisa berlanjut, let’s see.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok jam 11 pagi…&lt;br /&gt;Mereka datang berdua, teman saya plus seseorang yang tampangnya agak sangar dihiasi kumis dan jarang tersenyum, pestanya dimulai, obrolan dimulai dengan sedikit basa basi, menanyakan latar belakang dan diam-diam mengukur kemampuan masing-masing, hidangan pembuka cukup, sekarang masuk hidangan utamanya, pada saat ini bapak kumis tersebut mendominasi pembicaraan, dia mengatakan bahwa pernah jadi debt collector, memukul polisi dan dipenjara karenanya, dia juga mengaku memiliki banyak link untuk menyalurkan satpam, termasuk juga sumber orang untuk satpamnya sendiri, memiliki massa sekitar 300 orang ras tertentu yang siap digerakan jika ada pekerjaan pendudukan lahan dan sebagainya yang berbau kekerasan, hmm… pendapat saya? Waaaah, jadi bapak sangat berpengalaman dong di bidang ini ya (nada kagum)? Dalam hati saya membatin, buset gw ketemu penjahat nich… tapi boleh juga kalo bisa dimanfaatin, kali aja jadi punya bodyguard gratis, hehee…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Kumis tersebut bilang untuk pekerjaan debt collecting biasanya mereka minta 30% + 10% success fee, total, 40% jika uang atau barang maupun property sejumlah yang diminta sudah didapat, modus yang biasanya mereka gunakan yaitu mendatangi rumah target beramai-ramai dan tinggal disitu sampai uang didapat, tidak peduli yang punya rumah ada ditempat atau tidak, hiii… apa rasanya kalo rumah kita tiba-tiba diinepin orang sangar lebih dari 10 orang yaa? Pak kumis juga bilang kalo mereka baru bisa bertindak apabila ada surat kuasa dan bukti-bukti yang menyatakan kalau target benar-benar berhutang kepada klien mereka jadi jika polisi campur tangan mereka mempunyai bukti yang cukup untuk menyangkal semua tindakan yang dianggap melanggar hukum, tapi menurut saya dalam hati tindakan tersebut juga melanggar hukum juga… argumen yang menarik, namun tampaknya mereka tidak mengerti mengenai hukum… &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Balik ke hidangan utama, saya tanyakan ke pak kumis mengenai bagaimana prospek pasar-nya? Dia bilang itu ngga ada masalah, dia punya banyak link dan cara untuk tembus ke dalam suatu perusahaan, saya tanya lagi, cara untuk tembus-nya gimana pak? Dia bilang, ya kita punya link dan cara-lah, bos tenang aja, pasti semua beres, saya orangnya fair kok, kita mulai dengan itikad baik, hmm… saya m’batin, kok jawabannya ngga nyambung ya, apa memang logikanya bermasalah? Ini benar-benar menarik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pak kumis mendominasi selama beberapa menit kedepan saya potong pembicaraannya karena saya bosan dengan omongannya mengenai kekerasan, lagipula saya hanya tertarik dengan bisnis halal yang bisa menghasilkan banyak uang, bukan bisnis yang dilumuri darah, kemudian saya beralih ke teman saya, dia tidak banyak berbicara dari tadi, hanya meng-anggukkan kepala dan meng-iyakan apa yang pak kumis katakan, saya tanyakan ke teman saya bagaimana model bisnis outsourcing satpam yang sudah selama ini dijalankan? Baru saya berbicara kepada teman saya, tiba-tiba pak kumis memotong lagi, dia menjelaskan bahwa seorang calon satpam yang disebut taruna olehnya wajib membayar uang sejumlah 1,3 juta rupiah dengan perhitungan 400 ribu untuk seragam satpam, 400 ribu lagi untuk perizinan dan pelatihan, 500 ribu untuk dia, wajib potong katanya, moso’ udah dibantu ngga ada tanda terima kasih-nya sih, harus take and give dong katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan-lahan saya mulai mengerti bisnis outsourcing ini, tapi ada yang masih mengganjal, saya, dan tampaknya mereka juga, belum mengerti secara hukum tentang tata cara mendirikan suatu perusahaan outsourcing dan bagaimana aturan mainnya, hmm... seharusnya saya bisa langsung mencari informasi mengenai hal tersebut di internet, namun hal tersebut masih malas saya lakukan, wong baru pertemuan kedua, santai aja dulu, begitu pikir saya... kemudian mereka menganjurkan saya untuk mengadakan pertemuan ketiga, kali ini lengkap dengan the main team mereka, waduh, bakal rame nih, pikir saya, saya iyakan hal tersebut, jadwal meeting dua hari lagi jam 10 pagi di kantor saya lagi, deal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari lagi di kantor saya...&lt;br /&gt;Saya mendapat telepon dari staff saya di kantor, mereka bilang ada segerombolan orang datang berwajah tanpa senyum yang mau bertemu saya, waduh, satu saja sudah lebih dari cukup, ini ada segerombolan... sayangnya, saya betul-betul lupa kalau ada pertemuan dengan mereka hari ini, alhasil saya harus renegoisasi dengan mereka, sebagai permohonan maaf, saya katakan pada mereka kalau saya yang akan datang ke base camp mereka besok, bagaimana? Deal! Tapi rupanya mereka ada rencana tambahan selain berkunjung ke kantor saya, mereka minta izin untuk mengepel lantai kantor dengan air yang sudah dibaca-bacain oleh guru mereka supaya usaha kita nanti mendapat berkah... saya izinkan, saya bilang ke staff saya supaya bantu mengangkat ember untuk air-nya dan menyiapkan alat pel-nya, sungguh dalam hati saya tertawa dan tersenyum pada saat yang bersamaan, saya percaya dengan jin dan setan dan segala macam mahluk halus lainnya, saya juga percaya tuhan itu ada, saya juga percaya sihir dan tenung serta santet itu ada, namun saya kurang percaya bahwa hal-hal seperti itu dapat membuat suatu usaha berbuah berkah dan sukses, karena menurut saya jika suatu usaha ingin berbuah berkah dan sukses, maka usaha tersebut harus dilandasi suatu kepercayaan, komitmen dan fairness yang kuat dalam organ perusahaan, bukan dengan mengepel lantai tempat usaha karena setahu saya belum pernah nabi menyuruh umatnya untuk mengepel lantai supaya usahanya lancar, namun saya tetap menghargai keyakinan masing-masing, toh itu tidak akan membuat saya rugi. Akhirnya rencana meeting hari ini gagal, diganti besok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besok jam 2 siang...&lt;br /&gt;Saya lapar sekali, sewaktu teman saya datang menjemput saya ke kantor saya belum sempat makan siang, dan itu hal yang buruk, saya punya kebiasaan tidak dapat berfikir dan selalu ngga nyambung bila telat makan, waduh, Meskipun begitu, wuzz... kita tetap meluncur ke base camp mereka. Saat tiba ditempat saya lapar luar biasa, namun hal tersebut dapat saya kendalikan, ini pelajaran bagi saya untuk jangan lupa makan sebelum meeting, fatal akibatnya, setelah berkenalan dan berbasa-basi sejenak mereka rupanya menyadari saya dalam kondisi tidak nyaman, mungkin karena saya nyureng selama pembicaraan. Damn, they know. Akhirnya teman saya menyuguhkan sesuatu untuk mengganjal perut, baru saya bisa tertawa lepas dan mengobrol dengan santai lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke hidangan utama, tujuan saya pada meeting ini adalah mengukur tingkat pengetahuan dan logika mereka, jika saya hendak bekerjasama dengan seseorang, saya harus tahu apakah orang tersebut kompeten atau tidak? Tolak ukur-nya bagi saya adalah logika dan pengetahuan mereka, bagi saya seorang lulusan SMA yang logika-nya dan common sense-nya baik jauh lebih berharga dibandingkan ahli fisika yang ngga nyambung dan tidak punya common sense, namun hal ini relatif lho, lanjut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan awal saya pada mereka adalah, apakah bapak-bapak sudah mempunyai sistem dalam menjalankan usaha selama ini? Belum jawab mereka, ok, minus 1 poin, apakah bapak menguasai dan memahami undang-undang No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, KEPMEN No. 203/1999 atau KEPMEN No. 101/2004? Belum, jawab mereka lagi, hal ini penting, karena usaha outsourcing yang hendak dijalankan menyangkut tentang tenaga kerja, dan undang-undang serta kepmen itulah yang mengatur hampir segalanya mengenai tenaga kerja dan outsourcing. Ok, total minus 3 poin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang saya akan masuk ke pembahasan saham, saya termasuk orang yang lebih suka bertengkar didepan daripada susah dibelakang hari, jadi saya langsung tanyakan pada mereka, bahwa jika kita jadi melangsungkan usaha ini, berapa banyak saham yang mereka tawarkan kepada saya? Mereka bingung... teman saya angkat bicara, dia berkata bahwa mereka sanggup memberikan 25% untuk saya dan 75% untuk biaya operasional perusahaan, apa! Kecil amat! Saya tertawa dalam hati, berdasarkan pengalaman saya dalam negoisasi untuk pembagian saham, saya punya tolak ukur sendiri, undang-undang dalam KUHperdata sebetulnya telah mengatur tentang apa yang disebut modal, mereka terbagi menjadi 3 yaitu: uang, tenaga dan barang, nah! Sekarang saya hanya tinggal membagi berapa persen kira-kira yang dialokasikan ke 3 kategori modal tersebut, ok, untuk uang atau modal,  berhak sebesar 75%, untuk tenaga 50%, dan untuk barang tergantung dari fungsi atas usaha yang nanti akan dijalankan. Anda tentu sudah melihat bahwa pembagian tersebut melebihi 100%, penghargaan tersebut adalah nilai pembuka saya dalam bernegosiasi, biasanya jika saya yang memodali dan partner saya menyumbangkan tenaga saya akan mengurangi porsi saya menjadi 50% saja, namun jika saya juga menyediakan perlengkapan, saya akan menaikan porsi saya jadi 75% (bisa ditawar tentunya) saya lanjutkan, setelah mereka menawarkan saya 25%, saya langsung ambil kertas dan pulpen dan berkata, biasanya, saya ambil 75%, namun karena saya orang yang fair, saya hanya mau bekerjasama dengan anda bila anda menawarkan share sebesar 50%, bagaimana? Shock face appear, jelas lawan saya bukan orang yang berpengalaman dalam bernegosiasi karena mereka langsung menyetujuinya dalam hitungan detik, namun karena saya memegang dan mempercayai prinsip fairness atau keadilan, saya dengan rela menurunkan porsi saya, toh, saya nantinya hanya akan duduk manis dirumah dan terima setoran sementara mereka yang akan bekerja (rencananya), namun perlu diingat, soal saya tinggal terima setoran hanya akan terwujud bila saya sudah berhasil melatih mereka, sebelum itu, walah... kerja keras dulu bung... dari hasil pembicaraan hari ini saya bisa melihat mereka adalah tipe pekerja keras yang tidak mengerti apa-apa masalah me-manage suatu perusahaan, bisa bangkrut dalam hitungan 3 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah saya mendapat 50% saham, sisa sebesar 50% ada pada mereka, ini bagian yang menariknya, saya lempar ke forum bahwa kalau bisa mereka membaginya saat ini juga, karena saya perlu menyampaikan kepada notaris tentang pembagian saham tersebut secepatnya, pancingan mengena! Mereka membaginya didepan saya, ini kesempatan yang bagus, karena saya bisa melihat siapa yang rakus dan tidak! Pertama saya sarankan untuk membuat saham sebesar 50% yang mereka miliki menjadi 100% supaya gampang membaginya, sekarang saya lihat hitungannya, teman saya mengajukan pembagian sama rata, saya tersenyum dalam hati... rupanya mereka tidak pernah membaca prinsip plato tentang keadilan yaitu “menempatkan atau memberikan seseorang tempat dan porsi yang sesuai”, maaf jika kurang pas, saya hanya mengingat inti-nya saja, contohnya begini, jika saya tanya apakah gaji antara direktur dan tukang sapu perusahaan sama apakah itu adil? saya yakin semua yang membaca ini pasti bilang tidak, kenapa? Karena ada perbedaan diantara mereka, bukan perbedaan fisik melainkan perbedaan tanggung jawab, wewenang dan resiko, seorang direktur yang membuat perusahaan tempatnya bekerja bangkrut selama dalam masa kepemimpinannya dapat disita harta kekayaan pribadinya dan dikenai ancaman pidana alias dipenjara, seorang tukang sapu hanya bertanggung jawab atas kebersihan tempatnya bekerja, dia tidak akan dipenjara ataupun disita hartanya bila perusahaan bangkrut, lihat maksud saya? Saya lanjutkan, akhirnya ada pembagian sebesar 40%-20%-20%-20%-10%, karena dibagi 2 menjadi 20%-10%-10%-10%-5%, tebak siapa yang paling besar? Benar! Pak kumis! Saya sempat protes karena teman saya hanya diberikan 10%, namun dia secara ikhlas bilang tidak apa-apa, hmm... apa boleh buat, dia memang baik sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya belum selesai, saya katakan pada mereka bahwa saya akan memberikan subsidi sebesar 2 juta per bulan selama tiga bulan pertama perusahaan berdiri, kenapa? yah... berdasarkan pengalaman pribadi saya, tipe perusahaan seperti ini akan hancur apabila hanya dilandasi semangat kerja, pemasaran kan butuh operasional bung, memang mereka pasti akan giat dalam 2 bulan pertama walaupun tanpa subsidi dan gaji, namun bila setelah 2 bulan perusahaan belum berhasil menutup deal satupun, mata dan hati mereka akan mulai mencari hal lain yang dapat menghasilkan uang untuk mereka, kenapa? Karena setiap manusia mempunyai kebutuhan dasar, apalagi yang sudah berkeluarga, bila kebutuhan dasar tersebut belum terpenuhi, maka manusia tersebut akan terus mencari hal-hal atau pekerjaan yang dapat memenuhinya, alhasil, ngga fokus, sama dengan ngga jelas, kinerja karyawan menurun dan ending-nya sudah bisa ditebak, bangkrut, krut, krut... lanjut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal berikutnya yang saya katakan pada mereka adalah bahwa saya tidak akan bisa fokus di perusahaan yang akan kita dirikan tersebut, alasannya? Saya punya pekerjaan lain di bidang IT yang harus saya fokuskan, itu salah satunya, namun alasan sebenarnya adalah, saya ingin bisa lebih banyak bersantai bersama keluarga saya, sekarang saya harus mencari seseorang yang dapat saya pegang kejujurannya dan mempunyai skill manajerial yang cukup bagus, hehee... i think i just know the guy... bicara mengenai gaji, siapa bilang jika mendirikan perusahaan harus mengeluarkan modal untuk bayar gaji karyawan, memang hal tersebut wajib dalam setiap perusahaan besar, namun untuk perusahaan baru yang masih mempunyai karyawan sedikit hal tersebut bisa diatasi dengan memberikan mereka saham, it’s already proven ladies and gentleman, saya sudah melakukan-nya beberapa kali, trust me, it’s worked.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berkata tidak bisa fokus nantinya, saya kemudian meminta mereka membuat sistem mengenai usaha ini, yang pertama terfikir oleh saya adalah karena usaha ini merupakan jasa yang mempunyai core bisnis di bidang outsourcing satpam, maka jasa seperti apakah yang akan kita tawarkan ke calon klien, pikiran pertama saya adalah jasa yang berhubungan dengan security seperti jasa pengamanan uang, bodyguard, pengamanan event, kawin kontrak! Hehee.. jangan kaget, kawin kontrak ternyata bisa di outsourcing-kan, salah satu costumer adalah orang jepang dan orang arab yang meminta hal tersebut, dari data yang mereka serahkan kepada saya, sampai saat ini ada dua orang luar negeri yang meminta disediakan istri kontrak, dan gaji para istri kontrak tersebut cukup besar, “uang jajan-nya” mencapai 15 juta per bulan, dengan “uang jajan” sebesar itu tidak heran bila kontrak akan berakhir, mereka kebanyakan merayu suami kontrak-nya supaya diperpanjang, entah dengan cara apa J.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan sistem yang akan kita bangun hari ini adalah sistem mengenai bodyguard, kebetulan seorang pemegang saham ada yang pernah menjadi bodyguard untuk salah satu artis ibukota, dia bilang pernah dibayar sebesar 100 ribu untuk 3 jam, hmm... lebih besar dari gaji spg/spb ya, seorang lagi nyeletuk itu lebih besar dari fee untuk pendudukan lahan yakni 100 ribu untuk 24 jam, fiuuh... pasti capek banget. Anyway baru dua jam “membangun” sistem, kepala mereka sudah panas dan gerah, pandangan menjadi tidak fokus, dsb, kesimpulan! Mereka betul-betul orang lapangan, hanya teman saya yang cukup bisa bertahan, mana bisa perusahaan dipimpin oleh orang yang kerjanya fokus semua ke extern perusahaan, walah... bisa kacau nih batin saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya pulang dengan membawa cukup kesimpulan dan gambaran akan seperti apa jadinya bila kerjasama ini saya langsungkan, antara lain:&lt;br /&gt;1.     Tidak ada administrasi (wong pada sibuk cari order gimana mo bikin database)&lt;br /&gt;2.     Keuangan berantakan (contoh proyeksi laporan laba/rugi 6 bulan kedepan yang mereka kerjakan seperti laporan belanja bulanan)&lt;br /&gt;3.     lupakan pemasaran lewat internet (direksi ngga tahu cara bales email)&lt;br /&gt;4.     banyak dikibuli perusahaan pemberi kerja (ngga ada yang bisa bikin kontrak)&lt;br /&gt;5.     Susah koordinasi (logic level rate are 6 from 10)&lt;br /&gt;6.     Pajak amburadul (PPH 21 aja ngga tahu)&lt;br /&gt;7.    Sedikit negosiasi banyak menerima (berdasarkan fakta pengalaman negosiasi diatas)&lt;br /&gt;8.     un-organized link (kelihatan ngga kepikiran sama sekali)&lt;br /&gt;9.     biaya murah (mereka ngga neko-neko, sekarang...)&lt;br /&gt;10.  dsb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bila anda menghadapi hal-hal tersebut diatas, apakah anda akan tetap melakukan kerjasama dengan mereka? Mungkin tidak... J tapi untuk saya, hmm... saya akan pertimbangkan untuk bekerjasama dengan mereka, pertimbangan tersebut berdasarkan informasi yang saya terima hingga saat ini belum cukup, mungkin anda pikir saya seorang idiot yang tidak bisa melihat rambu-rambu bahaya yang jelas-jelas didepan mata, namun sebagai seorang pengusaha kadang anda harus mempunyai kemampuan untuk melihat potensi apa yang sebenarnya ada dibalik layar, pertama, biarpun banyak segi negatif-nya namun mereka sudah bukan di rpm 0, tapi sekitar 3-5 lah, jika mesin diganti dan diberikan pelumas, saya yakin hal ini bisa berjalan, kedua, mereka sudah membangun link yang meskipun berantakan tapi mempunyai potensi yang cukup baik bila dibina secara benar, ketiga, total modal-nya hanya 12 juta tapi saya dapat free bodyguard plus debt collector, ngga usah bayar 40%, hehee.. bagus untuk penunjang bisnis saya yang lain, keempat, mereka semua mau belajar dan rendah hati, ini yang paling penting karena kualitas ini susah didapat dari kebanyakan orang yang saya temui, kelima, meskipun banyak pesaing namun demand masih lebih besar daripada supply, well, sebaiknya saya mengontak teman saya, dan konfirm untuk ketemuan lagi 5 hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 hari sebelum hari H...&lt;br /&gt;Setiap usaha pasti memiliki resiko, saat ini saya sedang memikirkan mengenai resiko untuk bisnis ini, perlu diketahui, saya bukan seorang ahli atau lulusan fakultas terkenal manajemen resiko, keputusan dan kesimpulan yang selama ini saya ambil hanya berdasarkan logika dan parameter prinsip terapan saya, nah, menurut terapan saya ada beberapa resiko yang patut diperhitungkan, antara lain:&lt;br /&gt;1.     Pengetahuan&lt;br /&gt;2.     Link&lt;br /&gt;3.     Pasar&lt;br /&gt;4.     Sumber daya manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saya tidak mempunyai pengetahuan akan bidang usaha yang saya jalankan maka resiko naik menjadi 25%, jika tidak punya link sama dengan 25%, belum mengerti pasar dan tidak memahami prilaku pasar sama dengan 10%, sumber daya manusia-nya sucks sama dengan 40%, nah sekarang saya tinggal analisa berdasarkan parameter yang saya terapkan, dari data gathering hingga kini, saya percaya resiko saya ada di level 77,5%, kenapa? sumber daya manusia yang saya punya saat ini menaikan resiko saya pada level 40%, karena saya baru memahami setengah dari pengetahuan tentang outsourcing jadi resiko naik sekitar 52,5%, saya juga belum melakukan riset pasar seluruhnya namun sebagian telah terdata, resiko naik sekitar 57,5%, sekarang link yang kita punya masih sangat sedikit, hal tersebut menaikan resiko menjadi total hingga 77,5%... Angka yang cukup mengerikan untuk resiko, namun hal tersebut bisa di kurangi seiring dengan jalannya usaha, prediksi saya setelah lewat bulan ketiga resiko bisa di tekan menjadi 30%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 hari kemudian...&lt;br /&gt;Semua datang di jam 1 siang, ada 7 orang saat itu, hmm... tambah 2 orang... i wonder who’ll that be? berhubung saya sudah bosan berbasa basi, saya langsung masuk ke pokok permasalahan yaitu membahas masa depan internal perusahaan, kali ini pak kumis tampak agak tegang, mungkin karena di pertemuan-pertemuan sebelumnya saya terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis yang membuatnya terpojok. Saya tanya ke forum apakah ada yang mengerti dan memahami mengenai Undang-Undang No.1/1995 tentang Perseroan Terbatas? Pak kumis angkat bicara, yaa menurut saya itu akan membuat baik perusahaan kita dan... err... yah begitulah pokoknya! saya dan dia tertawa lepas, tertawa saya adalah karena dia tampak bodoh dalam usahanya menjawab pertanyaan tersebut, dia mungkin tertawa untuk menutupi kebodohannya, well, who knows J, saya kemudian berkata, ok! Jadi belum ada yang mengerti yaa, saya tekankan bahwa untuk menjalankan suatu perusahaan, para direksi haruslah mengerti mengenai hukum formil perusahaan (formil = tata cara menjalankan perusahaan dan organ-organnya, contoh, RUPS dilakukan oleh direksi, materiil = ilmu pengetahuan tentang menjalankan perusahaan, contoh, RUPS ada dua, tahunan dan lainnya), kemudian mereka memberikan draft struktur organisasi perusahaan, tebak siapa yang jadi direktur utama? Yup! Mr. Kumis! Hooo...  Mengerikan pikir saya... bagaimana mungkin seorang yang memiliki pengetahuan seperti ini mencalonkan diri menjadi direktur utama!!! Jelas bahwa dia tidak memiliki kualitas untuk itu, untuk menggerakan orang dan kegiatan yang berbau kekerasan mungkin iya, namun untuk membuat suatu keputusan berdasarkan kualitas dan pengetahuan yang dia miliki sekarang... arrrghhh... saat itu saya hanya menganggukan kepala saja dan berkata hmm... ternyata kejutan tidak sampai disitu saja, pak kumis bilang ada perubahan dalam pembagian saham diantara kubu-nya, sekarang dia memiliki 30% saham dan teman saya memiliki 10%, sisa 10% dibagi untuk orang marketing, jumlahnya 7,5% - 2,5%, hmm... dalam hati saya merasa kecewa karena konsistensi yang dimilikinya sangat kurang, lanjut, saya kemudian menyerahkan draft pembahasan meeting hari ini, terbagi menjadi dua yaitu external dan internal, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan Internal:&lt;br /&gt;1.     Visi, Misi dan Aksi&lt;br /&gt;2.     Keuangan&lt;br /&gt;3.     Jam Kerja&lt;br /&gt;4.     Payroll&lt;br /&gt;5.     Komisi&lt;br /&gt;6.     Struktur Organisasi&lt;br /&gt;7.     Pembagian Dividen Saham&lt;br /&gt;8.     Riset dan Pengembangan&lt;br /&gt;9.     Pemasaran&lt;br /&gt;10.  Program Pelatihan&lt;br /&gt;11.  Sertifikasi&lt;br /&gt;12.  Jamsostek&lt;br /&gt;13.  Asuransi&lt;br /&gt;14.  Kontrak dan Perjanjian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan Eksternal:&lt;br /&gt;1.     Jenis Jasa yang Ditawarkan&lt;br /&gt;2.     Harga Jasa&lt;br /&gt;3.     Paket-Paket Jasa&lt;br /&gt;4.     Fasilitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelas untuk membahasnya satu persatu hari ini juga sangatlah tidak mungkin, jadi saya memberikan PR kepada mereka menurut job desc yang di akui, setelah itu, saya harap mereka mengerti dan segera pulang sehingga mereka bisa langsung mengerjakannya, tapi tidak! Mereka malah ngobrol-ngobrol dan berandai-andai, yang bisa dapat 1000 orang dalam waktu 1 tahun-lah, penghasilan sebesar 10 juta-lah, dll, memang saya tidak menyangkal bahwa berandai-andai dapat meningkatkan semangat kerja, namun kiranya hal tersebut dilakukan setelah pekerjaan utama tadi diselesaikan, pak kumis juga sempat meniupkan beberapa “angin sorga” kepada saya seperti kata-kata dapat uang dari sini gampang betul lho pak, atau saya sanggup balik modal dalam waktu 1 bulan, dan bisnis ini tidak akan bisa merugi pak, gilaaaa!!! Memangnya kita sudah hidup di sorga? Lagipula, trik meniupkan angin sorga ini sudah saya kuasai sejak pertama kali saya belajar bisnis dengan ayah saya... ngga akan mempan! Bagi saya Cuma data akurat atau angka yang berkata jujur, selebihnya bull s**t, anyway, saya pura-pura excited banget pada saat itu untuk menjaga perasaan mereka, yaah... akhirnya setelah setengah jam mereka hengkang juga, saya jadi bisa berkonsentrasi ke PR tadi dengan kuping yang sudah merah. Meeting selanjutnya 2 hari lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Hari sebelum meeting...&lt;br /&gt;Saya sudah menemukan orang yang tepat untuk menggantikan posisi saya sebagai komisaris, sudahkah saya katakan bahwa saya bersedia bekerjasama bila saya ditempatkan sebagai komisaris perusahaan? Tampaknya belum, yah, sebelumnya saya juga katakan bahwa saya tidak akan bisa fokus ke perusahaan outsourcing ini bukan, oleh karena itu saya harus mencari pengganti saya yang bisa menempati kedudukan komisaris, he’ll be my eyes and ears. Hari ini dia datang dan kita langsung briefing, saya tugaskan dia untuk mencari informasi mengenai biaya perizinan perusahaan outsourcing, setelah penugasan dia langsung mengangkat telepon dan menghubungi 108, hmm... kerjanya cukup efisien. Setelah dapat nomor telepon Nakertrans (departemen yang berwenang untuk perizinan perusahaan outsourcing) hal berikutnya yang terjadi adalah di ping pong oleh staff mereka, 15 menit dioper kesana sini dan menunggu, akhirnya tiba Mr. X (nama sebenarnya dirahasiakan) di seberang telepon, suaranya ramah sekali, dia mengatakan agar kita ke tempatnya sekarang juga karena dia banyak waktu luang, namun orang saya berkata jika hari ini tidak bisa, bagaimana jika besok? Deal! Setelah sholat jum’at ketemuan di restoran plaza semanggi, ada hal menarik selama pembicaraan berlangsung, Mr. X tidak mau menyebutkan biaya pembuatan izin tersebut dikantornya, dia hanya mau menyebutkan ketika kita bertemu di restoran nanti, dia juga memberi pilihan jalur cepat atau jalur biasa ketika orang saya bertanya berapa lama biasanya perizinan selesai, tambah lagi dia menyarankan sambil tertawa agar kami jangan terlalu banyak memotong gaji para pekerja nantinya, karena dia merasa juga akan ikut berdosa bila kita melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mr. X minta kita membawa dan melengkapi dokumen dibawah ini ketika bertemu dengannya besok, antara lain:&lt;br /&gt;1.     Akta Notaris Perusahaan (Pendirian Perusahaan)&lt;br /&gt;2.     TDP (Tanda Domisili Perusahaan)&lt;br /&gt;3.     NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)&lt;br /&gt;4.     SIUP (Surat Izin Usaha Perseroan)&lt;br /&gt;5.     Pengesahan Kehakiman&lt;br /&gt;6.     Sertifikat Jamsostek&lt;br /&gt;7.     Asuransi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain poin 5 dan 6, saya mengerti apa yang harus saya bawa nanti, masalahnya, perusahaannya aja belum dibentuk, apa yang mau dibawa nanti? Tampaknya dia sudah terbiasa menangani hal ini, sebab dia sempat berkata jika semuanya belum ada, saya juga bisa bantu nanti, hmm... apakah semua orang pemerintahan begini? Saya langsung ke departemen yang bersangkutan saja, masih di bisnis-in, apalagi memakai jasa calo, pasti jatuhnya berlipat-lipat, hhhh... untuk soal harga saya baru akan mengetahuinya besok, sabar yaa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;New Entry!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Meeting jam 11 siang...&lt;br /&gt;Kenapa mereka selalu datang siang ya? Mudah-mudahan ketika usaha ini sudah berjalan, mereka datang pagi’an... hhh... obrolan langsung dimulai dengan saya menanyakan PR meeting terdahulu, daaaann, kejutan! Mereka sudah mengerjakannya, well, meskipun hasilnya memang sesuai dengan prediksi saya –jauh dari harapan- namun setidaknya mereka sudah berusaha, baiklah, saya abaikan dulu bagian yang lain karena fokus saya hari ini adalah sraft struktur organisasi, saya teliti draft struktur organisasi yang mereka buat, terlihat seperti satu garis vertikal... kacau, satu perintah bisa makan waktu dua hari untuk dijalankan kalau begini, saya minta direvisi, setelahnya memang ada garis horizontal, garis horizontal untuk semua divisi dibawah direktur, lol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saya menanyakan apakah mereka tahu apa yang mereka bisa menterjemahkan garis komando apa yang ada dalam struktur organisasi mereka buat? Seperti sudah diduga, mereka membuatnya berdasarkan perasaan –yang kelihatan benar saja-, nyatanya bila struktur organisasi yang mereka buat diterjemahkan, tiap-tiap divisi dapat memerintah divisi lainnya, bayangkan apa yang akan terjadi... chaos!! Bagian marketing dapat memerintah keuangan dan sebaliknya, koordinator lapangan (korlap) dapat memerintah direktur, direktur utama hanya memerintah direktur, setelah itu dia dapat pulang kerumah! lol!!! Ini yang saya maksud dengan membangun sistem, setelah struktur organisasi selesai (saya yang menyelesaikan, dengan musyawarah tentunya) dengan terbagi menjadi dua bagian – komando internal dan eksternal dengan pengawasan komisaris-, saya buatkan bagan untuk sistem manajemen kedalam dan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini orang saya sudah datang, agak telat memang, sebelumnya dia minta izin karena mau mendaftarkan anaknya masuk SD J, segera saya minta langsung berangkat menemui Mr. X untuk urusan perizinan. Setelah menunggu kurang lebih 3 jam, mereka datang, saya harap membawa kabar baik tentunya... ini yang ditunggu-tunggu, ternyata prediksi saya mengenai harga meleset, lebih murah dari yang saya bayangkan, Mr. X bilang untuk jalur “normal”, biaya perizinannya mencapai 5 juta (waktu 1 minggu), sedangkan untuk jalur “ekspres” mencapai 7 juta (waktu dua hari) –bisa nego- sudah termasuk sertifikat jamsostek dan asuransi hehee... saya juga telah mendapat informasi bahwa dibutuhkan izin dari polda untuk outsourcing security, setelah mengecek, ada 6 jenis izin yang bisa saya “beli” dengan harga rata-rata per-izin 2 juta – 2,5 juta, yaitu:&lt;br /&gt;1.     Konsultasi&lt;br /&gt;2.     Jasa pengamanan angkutan uang&lt;br /&gt;3.     perdagangan alat security&lt;br /&gt;4.     pelatihan satpam&lt;br /&gt;5.     penyaluran tenaga satpam&lt;br /&gt;6.     search and rescue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saat ini manajemen fokus ke penyaluran tenaga satpam, maka ada dua izin yang hendak saya beli yaitu izin nomor 4 dan 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditotal, maka biaya untuk mendirikan suatu perusahaan outsourcing adalah sekitar 17,5 juta’an, dengan perhitungan sebagai berikut:&lt;br /&gt;Biaya Mendirikan perusahaan             = 6 juta (cari notaris baru, masih murah)&lt;br /&gt;Biaya perizinan outsourcing                 = 6,5 juta (setelah dinego)&lt;br /&gt;Biaya izin polda                                        = 5 juta (ada biaya ekspres lainnya ngga ya?)&lt;br /&gt;                                                Total            = 17,5 juta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok! Semuanya sudah siap sekarang, dana akan digelontorkan pada awal minggu depan, tidak sekaligus, melainkan satu persatu, 6 juta untuk mendirikan perusahaan, dua minggu kemudian 6,5 juta untuk perizinan outsourcing, dua hari kemudian 5 juta untuk izin polda (yang ini saya masih belum tahu berapa hari yang diperlukan untuk menyelesaikannya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun kita mempunyai divisi legal (hukum), saya tegaskan pada calon jajaran direksi dan komisaris untuk mempelajari Undang-Undang No.13/2003 tentang ketenagakerjaan, Undang-Undang No. 1/1995 tentang Perseroan Terbatas, KEPMEN no. 101/2004, Peraturan Jamsostek, Asuransi, perpajakan dan Undang-Undang Kepailitan, karena meskipun di Indonesia tercinta ini berlaku sistem “nego”, kita tetap harus mengerti koridor legalitas yang berlaku, mengutip dari perkataan abraham lincoln “by failing to prepared, you are prepared to fail”, jadi alangkah baiknya sebelum memulai sesuatu kita terlebih dahulu mempersiapkan segalanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para anggota yang akan bekerjasama dengan saya juga telah menunjukan perkembangan logika yang signifikan, entah karena saya terus menerus menegur, meralat dan memperbaiki semua yang mereka katakan, mereka menjadi lebih kritis hanya dalam jangka waktu 2 minggu ini, perkembangan yang menggembirakan, resiko setidaknya turun menjadi 60% pada saat ini karena sumber daya yang saya miliki naik level J.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berdoa dan saling bersalaman dengan senyum lebar, kami siap sepenuhnya untuk bekerja sama di awal minggu depan, mohon do’a-nya dari teman-teman agar bisnis ini dapat berjalan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga pengalaman saya dapat membantu anda untuk memahami dan memberikan solusi atas permasalahan yang mungkin anda hadapi.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;&lt;!--
google_ad_client = "pub-3695860842522736";
google_ad_width = 468;
google_ad_height = 60;
google_ad_format = "468x60_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel ="";
google_color_border = "FFFFFF";
google_color_bg = "FFFFFF";
google_color_link = "2BA94F";
google_color_text = "2BA94F";
google_color_url = "2BA94F";
//--&gt;&lt;/script&gt;
&lt;script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"&gt;
&lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31060158-115277917915331434?l=ridwan-abadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/feeds/115277917915331434/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31060158&amp;postID=115277917915331434' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115277917915331434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31060158/posts/default/115277917915331434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ridwan-abadi.blogspot.com/2006/07/pengalaman-mendirikan-perusahaan.html' title='Pengalaman Mendirikan Perusahaan Outsourcing - Tamat'/><author><name>Ridwan Abadi, SH</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://photos1.blogger.com/blogger/1412/3075/1600/Dva%20thayang%20aab.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry></feed>
